Nico Marbun, 201011450335, Teknik Informatika, Universitas Pamulang Email:nicoyehezkiel29@gmal.com
Pendahuluan
Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bahasa ini digunakan sebagai alat komunikasi resmi dalam bidang pendidikan, pemerintahan, dan kegiatan akademik. Namun, seiring berkembangnya teknologi digital, penggunaan bahasa Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan.
Kemunculan media sosial dan aplikasi komunikasi daring membuat masyarakat, khususnya mahasiswa, cenderung menggunakan bahasa yang lebih santai, singkat, dan tidak baku. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan berkurangnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Oleh karena itu, artikel ini membahas pengaruh teknologi terhadap bahasa Indonesia serta pentingnya sikap bijak dalam penggunaannya.
Bahasa Indonesia dan Perkembangan Teknologi
Teknologi digital telah menciptakan pola komunikasi baru yang menuntut kecepatan dan kepraktisan. Hal ini mendorong penggunaan singkatan, istilah asing, serta campuran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Fenomena tersebut banyak ditemukan dalam komunikasi mahasiswa di media sosial dan aplikasi pesan instan.
Menurut Abdul Chaer, ragam bahasa muncul karena perbedaan situasi dan media komunikasi. Dalam konteks teknologi digital, media menjadi faktor utama yang memengaruhi cara seseorang menggunakan bahasa. Akibatnya, bahasa Indonesia mengalami pergeseran dari ragam formal ke ragam informal dalam komunikasi sehari-hari di ruang digital.
Dampak Teknologi terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia
Teknologi memiliki dampak positif terhadap perkembangan bahasa Indonesia. Melalui platform digital, bahasa Indonesia dapat digunakan dalam berbagai konten edukasi, artikel daring, dan media pembelajaran. Selain itu, teknologi juga membantu memperluas jangkauan penggunaan bahasa Indonesia hingga ke tingkat global.
Namun, dampak negatif juga perlu diperhatikan. Kebiasaan menggunakan bahasa tidak baku secara terus-menerus dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menggunakan bahasa Indonesia secara formal, terutama dalam konteks akademik. Jika tidak disikapi dengan baik, kondisi ini dapat menurunkan kesadaran berbahasa yang sesuai dengan kaidah.
Argumentasi Penulis
Penulis berpendapat bahwa teknologi bukanlah ancaman bagi bahasa Indonesia, melainkan alat yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan bahasa. Penggunaan bahasa tidak baku di media sosial merupakan bentuk penyesuaian terhadap situasi komunikasi, bukan tanda rusaknya bahasa.
Yang terpenting adalah kemampuan pengguna bahasa untuk menempatkan ragam bahasa sesuai dengan konteksnya. Dalam situasi akademik dan resmi, penggunaan bahasa Indonesia yang baku tetap harus dipertahankan. Oleh karena itu, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran berbahasa mahasiswa di era digital.
Penegasan Ulang
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Meskipun memunculkan berbagai bentuk bahasa tidak baku, teknologi juga memberikan peluang besar untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa Indonesia. Dengan sikap bijak dan kesadaran berbahasa yang baik, bahasa Indonesia dapat tetap digunakan secara tepat tanpa kehilangan nilai kebakuannya di tengah kemajuan teknologi.