Skip ke Konten

Pemberdayaan Keluarga Dhuafa Melalui Pengembangan Usaha Keluarga Bapak Sunarno

15 Januari 2026 oleh
sanfamedia

Kegiatan pemberdayaan keluarga dhuafa adalah upaya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian individu yang mengalami kesulitan ekonomi agar kehidupannya menjadi lebih baik di masa mendatang. Kegiatan ini tidak hanya berupa pemberian materi, tetapi juga untuk membangun rasa kepedulian di antara sesama masyarakat.

Dalam Kegiatan ini, kami Lani Irmila, Devi Cahya Nurani, dan Talitha Putri Salsabila merupakan Mahasiswa Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) melaksanakan program sosial dalam mata kuliah Kemuhammadiyahan yang bertujuan untuk membantu keluarga dhuafa melalui penggalangan dana serta bantuan berupa bahan dan barang yang dibutuhkan.

Bapak Sunarno (53 tahun) adalah seorang tunanetra yang tinggal bersama istri dan keempat anaknya di sebuah kontrakan kecil di wilayah Pulogebang. Dalam keterbatasan fisik dan kondisi ekonomi yang sulit, beliau tetap berjuang keras demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Sehari-hari, Bapak Sunarno bekerja sebagai tukang pijat panggilan. Namun, penghasilan dari pekerjaan ini tidak menentu karena bergantung pada ada atau tidaknya pelanggan yang memanggil jasanya. Dalam kondisi terdesak, beliau bahkan terpaksa mengemis di jalanan untuk sekadar mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Beban hidup semakin berat karena kondisi kesehatan keluarga. Istri Bapak Sunarno saat ini mengidap flek paru-paru dan nyctalopia, sementara salah satu anaknya menderita asma yang membutuhkan pengobatan rutin. Kebutuhan biaya kesehatan yang terus berjalan berbanding terbalik dengan penghasilan yang sangat terbatas.

Bapak Sunarno (53 tahun) adalah seorang tunanetra yang tinggal bersama istri dan keempat anaknya di sebuah kontrakan kecil di wilayah Pulogebang. Dalam keterbatasan fisik dan kondisi ekonomi yang sulit, beliau tetap berjuang keras demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Sehari-hari, Bapak Sunarno bekerja sebagai tukang pijat panggilan. Namun, penghasilan dari pekerjaan ini tidak menentu karena bergantung pada ada atau tidaknya pelanggan yang memanggil jasanya. Dalam kondisi terdesak, beliau bahkan terpaksa mengemis di jalanan untuk sekadar mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Beban hidup semakin berat karena kondisi kesehatan keluarga. Istri Bapak Sunarno saat ini mengidap flek paru-paru dan nyctalopia, sementara salah satu anaknya menderita asma yang membutuhkan pengobatan rutin. Kebutuhan biaya kesehatan yang terus berjalan berbanding terbalik dengan penghasilan yang sangat terbatas.

Melihat kondisi tersebut, upaya pemberdayaan keluarga dhuafa melalui pengembangan usaha keluarga Bapak Sunarno menjadi langkah nyata untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Pemberdayaan ini tidak hanya bertujuan membantu memahami kebutuhan ekonomi, tetapi juga mendorong kemandirian keluarga agar memiliki sumber penghasilan yang lebih stabil.

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an: “Dan pada harta benda mereka ada hak orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta” (Q.S Az-Zariyat:19). Ayat ini menjadi pengingat bahwa membantu dan memberdayakan kaum dhuafa adalah tanggung jawab bersama, bukan sekedar bentuk belas kasihan, tetapi wujud keadilan sosial dan kepedulian kemanusiaan.

Melalui Kegiatan pemberdayaan ini, dapat menjadi motivasi untuk saling peduli, menghargai sesama dan mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama yang membutuhkan.


Mahasiswa Teknik Informatika UNPAM Hadirkan Inovasi Sistem Absensi Digital di Aya Shopia Islamic School